Tuesday, December 18, 2012

Bahan Makalah Tentang: URGENSI MOTIVASI DALAM BELAJAR

MOTIVASI BELAJAR

PENDAHULUAN

   
Setiap individu memilki kondisi internal, dimana kondisi internal tersebut turut berperan dalam aktivitas dirinya sehari-hari. Salah satu dari kondisi internal tersebut adalah “motivasi”.
Motivasi adalah dorongan dasar yang menggerakkan seseorang bertingkah laku, dorongan ini berada pada diri seseorang yang menggerakkan untuk melakukan sesuatu yang sesuai dengan dorongan dalam dirinya. Oleh karena itu, perbuatan seseorang yang didasarkan atas motivasi tertentu mengandung tema sesuai dengan motivasi yang mendasarinya.
Motivasi juga dapat dikatakan sebagai perbedaan antara dapat melaksakan dan mau melaksanakan. Motivasi lebih dekat pada mau melaksanakan tugas untuk melaksanakan tujuan. Motivasi adalah kekuatan baik dari dalam maupun dari luar yang mendorong seseorang untuk mencapai tujuan tertentu yang telah ditetapkan sebelumnya. Atau dengan kata lain, motivasi dapat diartikan sebagai dorongan mental terhadap perorangaan atau orang-orang sebagai anggota masyarakat. Motivasi dapat juga diartikan sebagai proses untuk mencoba mempengaruhi orang atau orang-orang yang dipimpinnya agar melakukan pekerjaan yang diinginkan, sesuai dengan tujuan tertentu yang ditetapkan lebih dahulu.
Manusia dalam kehidupannya tidak dapat memenuhi kebutuhannya tanpa bantuan orang lain, baik kebutuhan biologis, kebutuhan ekonomis, maupun kebutuhan penting lainnya. Manusia didalam memenuhi kebutuhannya, sering mangadakan hubungana atau memerlukan bantuan orang lain. Tanpa bantuan, orang yang bersangkutan tidak berarti sama sekali. Oleh karena itu, manusia cenderung untuk hidup berkelompok atau berorganisasi, sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhannya. Kecenderungan manusia untuk saling membantu atau pemenuhan kebutuhan serta kecenderungan untuk berkelompok ini merupakan pertanda bahwa manusia memilki keterbatasan dan bahkan sangat terbatas.


PEMBAHASAN
MOTIVASI BELAJAR

Sebelum dibahas lebih jauh tentang motivasi belajar, terlebih dahulu akan dipaparkan pandangan penulis tentang apa sebenarnya belajar. Pemaparan pengertian belajar dimaksud untuk memperoleh kesamaan persepsi terhadap belajar, selanjutnya dikaitkan dengan motivasi.

A.    PANDANGAN TENTANG BELAJAR
Beberapa teori menjelaskan tentang belajar, baik yang beraliran  viorisme, kognivisme, humanism, maupun sibernetika. Aliran-aliran teori belajar tersebut sekedar mengarahkan dan memilah jenis teori mana yang menjadi pijakan melakukan kegiatan belajar.
Thorndoke, salah seorang pendiri aliran teori belajar tingkah laku, mengemukakan teorinya bahwa belajar adalah proses interaksi antara stimulus (yang mungkin berupa pikiran, perasaan atau gerakan) dan respons (yang juga bisa berupa pikiran, perasaan atau gerakan). Jelasnya menurut Thorndike, perubahan tingkah laku dapat berwujud sesuatu yang konkret (dapat diamati), atau nonkonkret (tidak bisa diamati).
Teori belajar lain yang mendasari belajar dapat dilihat dari tiga pakar, yakni Clark Hull, Edwin Guthrie, dan B. F. Skinner. Ketiga pakar tersebut juga menggunakan variabel Stimulus – Respons untuk menjelaskan teori-teori mereka. Namun, meskipun ketiga pakar ini mendapat julukan yang sama, yaitu aliran tingkah laku (Neo Behaviorist), namun mereka berbeda satu sama lain dalam beberapa hal yang sifatnya prinsipil.


B.    MOTIVASI BELAJAR
Motivasi dan belajar merupakan dua hal yang saling mempengaruhi. Belajar adalah perubahan tingkah laku secara relatif permanen secara potensial terjadi sebagai hasil dari pratik atau penguatan (reinforced practice) yang dilandasi tujuan untuk mencapai tujuan tertentu.
Motivasi belajar dapat timbul karena faktor intrinsik, berupa hasrat dan keinginan berhasil dan dorongan kebutuhan belajar, harapan akan cita-cita. Sedangkan faktor ekstrinsiknya adalah adanya penghargaan, lingkungan belajar yang kondusif, dan kegiatan belajar yang menarik. Tetapi harus diingat kedua faktor tersebut disebabkan oleh ransangan tertentu, sehingga seseorang berkeinginan untuk melakukan aktivitas belajar yang lebih giat dan semangat.
Hakikat motivasi belajar adalah dorongan internal dan eksternal pada siswa-siswi yang sedang belajar untuk mengadakan perubahan tingkah laku, pada umumnya dengan beberapa indikator atau unsur yang mendukung. Hal itu mempunyai peranan besar dalam keberhasilan seseorang dalam belajar. Indikator motivasi belajar dapat diklasifikasikan  sebagai berikut: (1) adanya hasrat dan keinginan berhasil; (2) adanya dorongan dan kebutuhan dalam belajar; (3)  adanya harapan dan cita-cita masa depan; (4) adanya penghargaan dalam belajar; (5) adanya kegiatan yang menarik dalam belajar; (6) adanya lingkungan belajar yang kondusif, sehingga memungkinkan seseorang siswa dapat belajar dengan baik.

C.    ASAL MULA DAN PERKEMBANGAN MOTIVASI
Pada bagian pendahuluan telah dikemukakan, bahwa motivasi diterapkan dalam berbagai kegiatan, tidak terkecuali dalam belajar. Betapa pentingnya motivasi dalam belajar, karena keberadaannya sangat berarti bagi perbuatan belajar. Selain itu, motivasi merupakan pengarah untuk perbuatan belajar kepada tujuan yang jelas yang diharapkan dapat dicapai.
Di dalam kegiatan belajar anak memerlukan motivasi. Misalnya anak yang akan ikut ujian, membutuhkan sejumlah informasi atau ilmu untuk mempertahankan dirinya dalam ujian, agar memperoleh nilai yang baik. Jika pada ujian nanti anak tidak dapat menjawab, maka akan muncul motif anak untuk menyontek karena ingin mempertahankan dirinya, agar tidak dimarahi orang tuanya karena memperoleh nilai yang buruk. Dalam kesempatan yang lain, bias terjadi anak akan memperlihatkan motif mencuri, jika dia dihadapkan dengan keadaan yang lapar. Motif mencuri muncul karena juga ingin mempertahankan dirinya, agar memiliki kekuatan untuk berusaha.
Meskipun kedua motif itu mungkin berasal dari dorongan yang sama, yaitu dorongan mempertahankan diri, motif yang menyebabkan lapar dan motif yang menyebabkan malu karena tidak dapat memperoleh angka yang baik atau takut dimarahi orang tua karena nilai yang jelek  itu, merupakan dua motif yang berbeda. Perbedaan itu, bukan hanya dalam hal bentuk perbuatan yang ditimbulkannya, melainkan juga dalam hal sifat dan hakikatnya. Motif yang menimbulkan perbuatan makan karena lapar merupakan motif asali, sedangkan motif yang menimbulkan perbuatan nyontek karena rasa malu atau takut adalah motif yang sedikit banyak merupakan hasil belajar atau motif yang dipelajari. Dapat diingat, bahwa anak merasa lapar tanpa harus belajar. Akan tetapi, seorang bayi yang baru dilahirkan tidak pernah merasa malu. Rasa malu dan juga takut itu muncul dikemudian, yaitu setelah bayi memperoleh berbagai pengalaman yang tidak menyenangkan yang disebabkan oleh perilaku atau keadaan yang memalukan.

D.    PERANAN MOTIVASI DALAM BELAJAR DAN PEMBELAJARAN

Motivasi pada dasarnya dapat membantu dalam memahami dan menjelaskan perilaku individu, termasuk perilaku individu yang sedang belajar. Ada beberapa peranan penting dari mootivasi dalam belajar dan pembelajaran, antara lain (a)  menentukan hal-hal yang dapat dijadikan penguat belajar, (b) memperjelas tujuan belajar yang hendak dicapai, (c) menentukan ragam kendali terhadap ransangan belajar, (d) menentukan ketekunan belajar.

1.    Peran Motivasi dalam Menentukan Penguataan Belajar
Motivasi dapat berperan dalam penguatan belajar apabila seorang anak yang belajar dihadapkan pada suatu masalah yang memerlukan pemecahan, dan hanya dapat dipecahkan berkat bantuan hal-hal yang pernah dilaluinya. Sebagai contoh seorang anak akan memecahkan materi matematika dengan bantuan tabel logaritma. Tanpa bantuan tabel tersebut, anak itu tidak dapat menyelesaikan tugas matematika. Dalam kaitan itu, anak berusaha mencari buku tabel matematika. Upaya untuuk mencari tabel matematika merupakan peran motivasi yang dapat menimbulkan penguatan belajar.
Peristiwa di atas dapat dipahami bahwa sesuatu dapat menjadi penguat belajar untuk seseorang, apabila dia sedang benar-benar mempunyai motivasi untuk belajar sesuatu. Dengan perkataan lain, motivasi dapat menentukan hal-hal apa di lingkungan anak yang dapat memperkuat perbuatan belajar. Untuk seorang guru perlu memahami suasana itu,  agar dia dapat membantu siswanya dalam memilih faktor-faktor yang ada dalam lingkungan siswa sebagai bahan penguat belajar.hal itu tidak cukup denganmemberi tahukan sumber-sumber yang harus dipelajari, melainkan yang lebih penting adalah mengaitkan isi pelajaran dengan perangkat apa pun yang berada paling dekat dengan siswa di lingkungannya.

2.    Peran Motivasi Dalam Memperjelas Tujuan Belajar
Peran motivasi dalam memperjelas tujuan belajar erat kaitannya dengan memaknakan belajar. Anak akan tertarik untuk belajar sesuatu, jika yang dipelajari itu sedikitnya sudah dapat diketahui atau dinikmati manfaatnya bagi anak. Sebagai contoh, anak akan termotivasi belajar elektronik karena tujuan belajar elektronik itu dapat melahirkan kemampuan anak dalam bidang elektronik. Dalam suatu kesempatan misalnya, anak tersebut diminta membetulkan radio yang rusak, dan berkat pengalamannya dari bidang elektronik, maka radio tersebut menjadi baik setelah diperbaikinya. Dari pengalaman itu, anak makin hari makin termotivasi untuk belajar, karena sedikit anak sudah mengetahui makna dari belajar itu.

3.    Motivasi Menentukan Ketekunan Belajar
Seorang anak yang telah termotivasi untuk belajar sesuatu, akan berusaha akan mempelajarinya dengan baik dan tekun, dengan harapan memperoleh hasil yang baik. Dalam hal itu, tampak bahwa motivasi untuk belajar menyebabkan seseorang tekun belajar. Sebaliknya, apabila seseorang kurang atau tidak memiliki motivasi untuk belajar, maka dia tidak tahan lama belajar. Dia mudah tergoda untuk mengerjakan hal yang lain dan bukan belajar. Itu berarti motivasi sangat berpengaruh terhadap ketahanan dan ketekunan belajar.

E.    TEKNIK-TEKNIK MOTIVASI DALAM PEMBELAJARAN
Beberapa teknik motivasi yang dapat dilakukan dalam pembelajaran sebagai berikut :
1.    Pernyataan penghargaan secara verbal. Pernyataan verbal terhadap perilaku yang baik atau hasil kerja atau hasil belajar siswa yang baik merupakan cara paling mudah dan efektif untuk meningkatkan motif belajar siswa kepada hasil belajar yang baik.
2.    Menggunakan nilai ulangan sebagai pemacu keberhasilan. Pengetahuan atas hasil pekerjaan merupakan cara untuk meningkatkan motif belajar siswa.
3.    Menimbulkan rasa ingin tahu. Rasa ingin tahu merupakan daya untuk meningkatkan motif belajar siswa. Rasa ingin tahu dapat ditimbulkan oleh suasana yang dapat mengejutkan, keragu-raguan, ketidaktentuan, adanya kontradiksi, menghadapi masalah yang sulit dipecdahkan, menemukan suatu hal yang baru. Hal tersebut  menimbulkan semacam konflik konseptual yang membuat siswa merasa penasaran, dengan sendirinya menyebabkan siswa tersebut berupaya keras untuk memecahkannya. Dalam upaya yang keras itulah motif belajar siswa bertambah besar.
4.    Memunculkan sesuatu yang tidak diduga oleh siswa. Dalam upaya itu pun, guru sebenarnya bermaksud untuk menimbulkan rasa ingin tahu siswa.
5.    Menjadikan tahap dini dalam belajar mudah bagi siswa. Hal ini memberikan semacam hadiah bagi siswa pada tahap pertama belajar yang memungkinkan siswa bersemangat untuk belajar selanjutnya.
6.    Menggunakan materi yang dikenal siswa sebagai contoh dalam belajar. Sesuatu yang telah dikenal siswa, dapat diterima dan diingat lebih mudah. Jadi, gunakanlah hal-hal yang telah diketahui siswa sebagai wahana untuk menjelaskan sesuatu yang baru atau belum dipahami oleh siswa.
7.    Gunakan kaitan yang unik dan tak terduga untuk menerapkan suatu konsep dan prinsip yang telah dipahami. Sesuatu yang unik, tak terduga, dan aneh lebih dikenang oleh siswa dari pada sesuatu yang biasa-biasa saja.
8.    Menuntut siswa untuk menggunakan hal-hal yang telah dipelajari sebelumnya. Dengan jalan itu, selain siswa belajar dengan menggunakan hal-hal ynag telah dikenalnya, dia juga dapat menguatkan pemahaman atau pengetahuannya tentang hal-hal yang telah dipelajarinya.
9.    Memberi kesempatan kepada siswa untuk memperlihatkan kemahirannya di depan umum. Hal itu akan menimbulkan rasa bangga dan dihargai oleh umum. Pada gilirannya suasana tersebut akan meningkatkan motif belajar siswa.
10.     Menggunakan simulasi dan permainan.
11.    Mengurangi akibat yang tidak menyenangkan dan keterlibatan siswa dalam kebiatan belajar. Hal-hal positif dari keterlibatan siswa dalam belajar hendaknya ditekankan, sedangkan hal-hal berdampak yang negatif seyogianya dikurangi.
12.    Memahami iklim sosial dan sekolah. Pemahaman iklim dan suasana sekolah merupakan pendorong kemudahan berbuat bagi siswa. Dengan pemahaman itu, siswa mampu memperoleh bantuan yang tepat dalam mengatasi masalah atau kesulitan.
13.    Memanfaatkan kewibawaan guru secara tepat.
14.    Memperjelas tujuan belajar yang hendak dicapai.
15.    Memberikan contoh yang positif.
16.    Membuat persaingan yang sehat di antara para siswa.


KESIMPULAN

Motivasi merupakan dorongan dasar yang menggerakkan seorang individu untuk melakukan suatu perbuatan. Karena itulah, baik buruknya perbuatan seseorang sangat bergantung pada motivasi yang mendorong perbuatan tersebut. Hal tersebut yang menjadikan motivasi sebagai salah satu ilmu yang menarik dijadikan variabel untuk diteliti.
Bagi seorang guru, tujuan motivasi adalah untuk menggerakkan atau memacu para siswanya agar timbul keinginan dan kemauannya untuk meningkatkan prestasi belajar sehingga tercapai tujuan pendidikan  sesuai yang diharapkan dan ditetapkan didalam kurikulum sekolah.




















DAFTAR PUSTAKA

Ahmad Musa, Drs., Psychologi, Cetakan Kedua, Paedagogika, Bandung, 1969.
M. Ngalim Purwanto, Drs., Psikologi Pendidikan, Cetakan Kelima, Remaja Rosdakarya, Jakarta, 1990.
Wasty Soemanto, Drs., Psikologi Pendidikan, Cetakan Kelima, Rineka Cipta,  Jakarta, 2006.
Sardiman, A.M. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar, Rajawali, Jakarta, 1986.


Terimakasih Anda telah membaca tentang
Judul: Bahan Makalah Tentang: URGENSI MOTIVASI DALAM BELAJAR
Rating: 100% based on 99998 ratings. 5 user reviews.
Ditulis Oleh Sonin Saputra
Semoga informasi Bahan Makalah Tentang: URGENSI MOTIVASI DALAM BELAJAR bisa memberikan manfaat bagi Anda. Jika ingin mengkopi paste artikel ini jangan lupa sertakan alamat blog kami karyasonin.blogspot.com atau jika ingin terhubung dengan facebook anda klik suka pada link facebook dibawah ini

0 comments:

Post a Comment