Wednesday, May 30, 2012

MAKALAH: MEMORI DALAM BELAJAR


MEMORI
Oleh: Sonin

A.     Pendahuluan
Manusia memiliki memori yang kemampuan dan kapasitas sangat besar, sehingga tak terhitungkan besarnya. Akan tetapi tidak semua memanfaatkan kapasitas tersebut seoptimal mungkin dan lebih banyak lagi yang memanfaatkan memori ini sekedarnya saja, sehingga banyak ruang-ruang dalam memori seseorang yang tidak terisi bahkan tidak diisi serta tidak diperlakukan dengan lebih baik karena berbagai faktor.
Memori memiliki fungsi yang penting bagi manusia. Jika kita lakukan aktivitas berpikir maupun menalar, maka sebahagian besar kita menggunakan fakta dari memori atau ingatan kita. Kita menggunakan konsep waktu dengan menghubung-hubungkan masa sekarang dengan masa lalu serta membuat perencanaan untuk masa datang. Menurut Jalaluddin Rakhmat, (2000: 62) mengatakan bahwa memori adalah sistem yang sangat berstruktur, yang menyebabkan organisme sanggup merekam fakta tentang dunia dan menggunakan pengetahuannya untuk membimbing perilakunya. Telaah tentang memori banyak diberikan oleh ilmu psikologi terutama psikologi kognitif yang sebagian mengadaptasi dari bidang kajian informatika, terutama yang menerangkan proses pengolahan informasi
Hal tersebut dimungkinkan dengan adanya fasilitas fungsi memori kita yang kuat dan dapat disesuaikan pada berbagai situasi. Oleh karena memori inilah manusia dapat dikatakan makhluk bersejarah. Artinya makhluk yang tidak ditentukan oleh pengaruh proses dari hal yang terjadi saat kini saja, tetapi berkembang dalam sejarah masa lalunya yang masih dimilikinya dan sewaktu-waktu dapat dihidupkannya kembali.

B.     Pembahasan

1.      Pengertian Memori
Dalam kamus lengkap Psikologi (Chaplin, 1999), memori diartikan sebagai: a. Fungsi yang terlibat dalam mengenang atau mengalami lagi pengalaman masa lalu, b. Keseluruhan pengalaman masa lampau yang dapat diingat kembali, dan c. Satu pengalaman masa lalu yang khas.
Menurut Kartini Kartono (1990), memori atau ingatan adalah kemampuan untuk mencamkan, menyimpan, dan mereproduksi hal-hal yang pernah diketahui. Sedangkan sifat-sifat dari ingatan y



ang baik adalah setia, cepat, bisa menyimpan lama, luas dan siap. Walgito (1997) menyatakan bahwa memori adalah kemampuan jiwa untuk memasukkan (learning), menyimpan (retention), dan menimbulkan kembali (remembering) hal-hal yang telah lampau. Hal ini senada dengan pandangan William Stren yang dikutip oleh H.M. Arifin, M.Ed (1976) menyatakan bahwa ingatan adalah suatu kemampuan menghubung-hubungkan penalaman yang telah lampau dengan pengalaman sekarang. Jadi pengalaman lampau yang telah melekat di dalam jiwa seseorang direproduksi  dalam masa sekarang.
Sementara Morgon dkk (1986) mendefenisikan memori sebagai proses encoding (pengkodean), storage (penyimpanan), dan  retrieval/ (pemanggilan kembali) apa yang pernah dipelajari sebelumnya. Bruno (1987) menyatakan bahwa memori adalah proses mental yang meliputi pengkodean, menyimpanan dan pemanggilan kembali informasi dan pengetahuan yang semuanya terpusat dalam otak.
Berdasarkan pengertian-pengertian diatas maka dapat disimpulkan bahwa memori mempunyai 3 tiga fungsi : pengkodean, penyimpanan dan pemanggilan kembali informasi-informasi yang tidak setia.
MAU TAU LENGKAPNYA DOWNLOAD GRATIS
Terimakasih Anda telah membaca tentang
Judul: MAKALAH: MEMORI DALAM BELAJAR
Rating: 100% based on 99998 ratings. 5 user reviews.
Ditulis Oleh Sonin
Semoga informasi MAKALAH: MEMORI DALAM BELAJAR bisa memberikan manfaat bagi Anda. Jika ingin mengkopi paste artikel ini jangan lupa sertakan alamat blog kami karyasonin.blogspot.com atau jika ingin terhubung dengan facebook anda klik suka pada link facebook dibawah ini

0 komentar: